pariwisatabali.com Bali dikenal sebagai Pulau Dewata yang kaya akan budaya dan tradisi Hindu. Salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat Bali adalah pura, tempat ibadah umat Hindu yang dianggap sakral. Saat mengunjungi pura, wisatawan dan umat Hindu wajib mengikuti aturan tertentu, terutama dalam hal berpakaian dan etika.
Jika kamu berencana mengunjungi pura di Bali, penting untuk memahami tata cara berpakaian dan berperilaku agar tetap menghormati tempat suci ini. Berikut adalah panduan lengkap mengenai tips berpakaian dan etika di tempat ibadah Hindu Bali.
Pentingnya Berpakaian Sesuai di Pura
Saat memasuki pura, setiap pengunjung diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan adat setempat. Hal ini bukan sekadar aturan sosial, tetapi juga bagian dari penghormatan terhadap kesucian pura dan kepercayaan masyarakat Hindu Bali.
Dalam ajaran Hindu Bali, pakaian yang pantas mencerminkan kesopanan, kebersihan, dan kesakralan. Oleh karena itu, memakai pakaian yang sesuai merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi di pura.
Aturan Berpakaian yang Benar
1. Mengenakan Kain dan Selendang
Setiap orang yang memasuki pura wajib mengenakan kamen (kain sarung) dan selendang.
- Kamen (kain panjang atau sarung) digunakan untuk menutupi bagian bawah tubuh hingga mata kaki.
- Selendang diikat di pinggang sebagai simbol penghormatan kepada para dewa.
Jika kamu tidak membawa kamen dan selendang, biasanya pura menyediakan penyewaan atau pinjaman kain di pintu masuk.
2. Pakaian Atas yang Sopan
Selain memakai kain dan selendang, pakaian atas juga harus diperhatikan.
- Disarankan mengenakan baju yang berlengan (bukan tank top atau pakaian terbuka).
- Sebaiknya memilih warna putih atau warna cerah, karena melambangkan kesucian dan ketulusan.
- Hindari pakaian dengan gambar atau tulisan yang tidak sopan.
3. Larangan dalam Berpakaian
Terdapat beberapa aturan pakaian yang harus dihindari saat mengunjungi pura, seperti:
- Tidak mengenakan celana pendek atau rok mini
- Tidak memakai pakaian ketat atau transparan
- Menghindari warna hitam atau merah, karena warna ini memiliki makna tertentu dalam kepercayaan Hindu
Artikel Terkait: Wisata Halal di Bali: Liburan Nyaman dengan Fasilitas Muslim-Friendly
Baca Juga:
Pantai-Pantai yang Nyaman untuk Wisatawan Muslim di Pulau Bali
Aktivitas Wisata Halal yang Menarik di Pulau Dewata
Etika Saat Berkunjung ke Pura
Berpakaian dengan sopan saja tidak cukup, kamu juga harus memahami etika saat berada di dalam pura. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Bersikap Sopan dan Hening
Pura adalah tempat ibadah, jadi setiap pengunjung harus bersikap tenang dan tidak berisik. Hindari berbicara dengan suara keras, tertawa berlebihan, atau bercanda yang berpotensi mengganggu umat Hindu yang sedang bersembahyang.
2. Melepas Alas Kaki Sebelum Memasuki Area Suci
Saat memasuki area utama pura, kamu diwajibkan untuk melepas sepatu atau sandal sebagai simbol kesucian dan penghormatan terhadap tempat ibadah.
3. Tidak Mengambil Foto Sembarangan
Mengabadikan momen di pura memang menarik, tetapi ada beberapa aturan yang harus diperhatikan:
- Tidak mengambil foto saat upacara berlangsung tanpa izin
- Tidak membelakangi pelinggih (tempat suci) saat berfoto
- Menghindari selfie yang berlebihan atau bergaya tidak sopan
4. Tidak Menunjukkan Sikap Tidak Sopan
Ada beberapa hal yang dianggap tidak sopan dalam adat Hindu Bali, misalnya:
- Tidak duduk lebih tinggi dari pemangku atau pendeta
- Tidak melangkahi sesajen yang diletakkan di tanah
- Tidak membuang sampah sembarangan di area pura
Larangan Masuk ke Pura untuk Wanita yang Sedang Haid
Salah satu aturan penting dalam agama Hindu Bali adalah larangan bagi wanita yang sedang haid untuk memasuki pura.
Dalam kepercayaan Hindu, wanita yang sedang haid dianggap dalam kondisi “cuntaka” atau belum suci, sehingga tidak diperkenankan memasuki area suci pura. Aturan ini bukan bentuk diskriminasi, melainkan bagian dari tradisi dan spiritualitas Hindu yang sudah dijalankan selama berabad-abad.
Jika kamu sedang haid dan tetap ingin menghormati tradisi, kamu bisa menunggu di luar area pura atau mengikuti kegiatan dari jarak tertentu tanpa memasuki area utama.
Mengikuti Prosesi Keagamaan dengan Benar
Jika kamu datang ke pura bersamaan dengan prosesi keagamaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Menghormati pemangku (pemimpin upacara) dan umat Hindu yang sedang berdoa
- Duduk bersila dengan tenang jika ingin ikut menyaksikan upacara
- Mengikuti aturan saat menerima tirta (air suci) atau bunga yang diberikan oleh pemangku
Saat upacara berlangsung, hindari berjalan di depan orang yang sedang berdoa atau mengganggu jalannya ritual.
Tips Berpakaian dan Etika di Tempat Ibadah Hindu Bali
Mengunjungi pura di Bali bukan hanya sekadar wisata, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan menghormati budaya Hindu. Dengan berpakaian yang sopan dan mengikuti etika yang benar, kamu menunjukkan rasa hormat terhadap kepercayaan umat Hindu di Bali.
Jadi, jika kamu ingin menikmati pengalaman spiritual yang autentik dan tetap menghormati budaya setempat, pastikan untuk selalu mengikuti aturan berpakaian dan etika saat berada di pura. Selamat menjelajahi keindahan budaya Bali dengan penuh kesadaran dan rasa hormat! 🙏
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah turis asing wajib memakai kamen saat masuk pura?
Ya, semua orang tanpa terkecuali wajib mengenakan kamen dan selendang saat memasuki pura.
2. Apakah boleh memakai sandal di dalam pura?
Tidak, sandal atau sepatu harus dilepas sebelum memasuki area utama pura.
3. Apakah ada pura yang memperbolehkan wanita haid masuk?
Secara umum, aturan ini berlaku di semua pura Hindu di Bali.
4. Bagaimana jika saya tidak memiliki kamen?
Kamu bisa menyewanya di pintu masuk pura dengan harga terjangkau.
5. Apakah boleh membawa makanan dan minuman ke dalam pura?
Sebaiknya tidak membawa makanan dan minuman ke area suci pura kecuali memang diperbolehkan.